Mahasiswa KKN Universitas Mulia Pasang 10 Titik Biopori di Kelurahan Karang Rejo
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulia Kelompok 2 melaksanakan kegiatan pemasangan biopori di wilayah RT 78, RT 79, dan RT 80, Kelurahan Karang Rejo, pada Kamis, 6 Agustus hingga Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam membantu meningkatkan resapan air dan pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat.
Karang Rejo, Balikpapan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulia Kelompok 2 melaksanakan kegiatan pemasangan biopori di wilayah RT 78, RT 79, dan RT 80, Kelurahan Karang Rejo, pada Kamis, 6 Agustus hingga Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam membantu meningkatkan resapan air dan pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 2 memasang sebanyak 10 titik biopori yang tersebar di wilayah Kelurahan Karang Rejo. Sebanyak tiga titik dipasang di RT 78, tiga titik di RT 79, dan tiga titik di RT 80, sedangkan satu titik lainnya dipasang di lingkungan Kelurahan Karang Rejo. Pembagian tersebut dilakukan agar manfaat dari program biopori dapat dirasakan di masing-masing wilayah RT sekaligus di lingkungan kelurahan.
Kegiatan pemasangan biopori dilakukan secara bertahap selama tiga hari. Mahasiswa terlebih dahulu mempersiapkan pipa yang akan digunakan sebagai media biopori. Pipa kemudian dilubangi agar air dapat masuk dan meresap ke dalam tanah. Setelah menentukan titik pemasangan, mahasiswa menggali tanah sesuai dengan ukuran pipa yang telah disiapkan. Pipa selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang dan dipastikan terpasang dengan baik agar dapat berfungsi sebagai lubang resapan.
Selama proses pemasangan, mahasiswa KKN Kelompok 2 bekerja secara bersama-sama dengan membagi tugas, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, melubangi pipa, menggali tanah, hingga memasang pipa. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi pemasangan serta mengenalkan manfaat biopori dalam menjaga kondisi lingkungan.
Biopori yang telah dipasang tidak hanya berfungsi sebagai tempat resapan air, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah organik. Sampah seperti daun kering, sisa tanaman, dan bahan organik lainnya dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori. Sampah tersebut kemudian akan terurai secara alami dan dapat menghasilkan bahan organik yang bermanfaat sebagai pupuk bagi tanaman di sekitar lingkungan.
Ketua Kelompok 2 KKN Universitas Mulia, Raden, menyampaikan bahwa pemasangan 10 titik biopori tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan Kelurahan Karang Rejo.
“Kami berharap 10 titik biopori yang sudah dipasang ini bisa terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat maupun pihak kelurahan. Pembagiannya kami buat agar setiap RT mendapatkan manfaat, dan satu titik juga kami pasang di lingkungan kelurahan. Selain membantu resapan air, biopori ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk alami,” ujar Raden.
Menurut Penulis, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan lingkungan. Ia juga berharap masyarakat dapat ikut menjaga keberadaan biopori dan menggunakannya secara rutin sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama kegiatan KKN berlangsung.
Pemasangan biopori di 10 titik tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air ketika hujan. Di sisi lain, pemanfaatan sampah organik melalui biopori juga diharapkan dapat mengurangi sampah yang dibuang begitu saja serta menghasilkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk tanaman.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Mulia Kelompok 2 berharap adanya keberlanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan. Dengan perawatan dan pemanfaatan yang baik, biopori yang telah dipasang di RT 78, RT 79, RT 80, dan lingkungan Kelurahan Karang Rejo diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan memiliki sistem resapan air yang lebih baik.
← Kembali ke BeritaDalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 2 memasang sebanyak 10 titik biopori yang tersebar di wilayah Kelurahan Karang Rejo. Sebanyak tiga titik dipasang di RT 78, tiga titik di RT 79, dan tiga titik di RT 80, sedangkan satu titik lainnya dipasang di lingkungan Kelurahan Karang Rejo. Pembagian tersebut dilakukan agar manfaat dari program biopori dapat dirasakan di masing-masing wilayah RT sekaligus di lingkungan kelurahan.
Kegiatan pemasangan biopori dilakukan secara bertahap selama tiga hari. Mahasiswa terlebih dahulu mempersiapkan pipa yang akan digunakan sebagai media biopori. Pipa kemudian dilubangi agar air dapat masuk dan meresap ke dalam tanah. Setelah menentukan titik pemasangan, mahasiswa menggali tanah sesuai dengan ukuran pipa yang telah disiapkan. Pipa selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang dan dipastikan terpasang dengan baik agar dapat berfungsi sebagai lubang resapan.
Selama proses pemasangan, mahasiswa KKN Kelompok 2 bekerja secara bersama-sama dengan membagi tugas, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, melubangi pipa, menggali tanah, hingga memasang pipa. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi pemasangan serta mengenalkan manfaat biopori dalam menjaga kondisi lingkungan.
Biopori yang telah dipasang tidak hanya berfungsi sebagai tempat resapan air, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah organik. Sampah seperti daun kering, sisa tanaman, dan bahan organik lainnya dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori. Sampah tersebut kemudian akan terurai secara alami dan dapat menghasilkan bahan organik yang bermanfaat sebagai pupuk bagi tanaman di sekitar lingkungan.
Ketua Kelompok 2 KKN Universitas Mulia, Raden, menyampaikan bahwa pemasangan 10 titik biopori tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan Kelurahan Karang Rejo.
“Kami berharap 10 titik biopori yang sudah dipasang ini bisa terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat maupun pihak kelurahan. Pembagiannya kami buat agar setiap RT mendapatkan manfaat, dan satu titik juga kami pasang di lingkungan kelurahan. Selain membantu resapan air, biopori ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk alami,” ujar Raden.
Menurut Penulis, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan lingkungan. Ia juga berharap masyarakat dapat ikut menjaga keberadaan biopori dan menggunakannya secara rutin sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama kegiatan KKN berlangsung.
Pemasangan biopori di 10 titik tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air ketika hujan. Di sisi lain, pemanfaatan sampah organik melalui biopori juga diharapkan dapat mengurangi sampah yang dibuang begitu saja serta menghasilkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali untuk tanaman.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Mulia Kelompok 2 berharap adanya keberlanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan. Dengan perawatan dan pemanfaatan yang baik, biopori yang telah dipasang di RT 78, RT 79, RT 80, dan lingkungan Kelurahan Karang Rejo diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan memiliki sistem resapan air yang lebih baik.

